pagi ini jalan jakarta yang biasanya ramai padat merayap tampak sepi. Tara santai-santai saja didalam mobilnya sambil mendengarkan musik melalui headsetnya. pak gunawan supir prinadi keluarganya juga terlihat lebih santai kali. karena dia tidak harus berkejaran dengan waktu ataupun kendaraan lainnya agar Tara tidak terlambat ke sekolah.
kebiasaan buruk Tara yang amat sangat susah bangun di pagi hari memang sudah melekat padanya sejak dia masih kecil. maka tak jarang Tara telat ke sekolah dan di hukum gurunya. bahkan waktu Tara masih smp kedua orangtuanya dipanggil kesekolah hanya karena Tara yang hampir tiap hari kesiangan dan telat masuk sekolah. kali ini Tara tampak tak begitu peduli dengan keadaan lalu lintas yang ada disekitarnya. hanya satu yang terlintas dipikirannya. kenapa mimpi itu hadir kembali?.
tak lama mobil Tara sudah terparkir rapih dijejeran mobil-mobil pengantar pagi ini. sebenarnya Tara agak sedikit malas untuk bersekolah. setelah dia mengucapkan terimakasih serta salam kepada pak gunawan lagsung saja dia keluar dari mobilnya. dia berjalan gontai menuju kelasnya yang berada di lantai 2.
bamyak anak laki-laki yang memandangannya penuh kagum, juga beberapa pandangan menyelidik nan tajam di arahkan kepadanya. pemandangan sudah sering Tara terima. Tara pun sedikit bingung mengapa dirinya begitu diprimadonakan oleh teman laki-lakinya disekolah. di sekolah ini hanya Riko dan Rama lah yang nampaknya tidak begitu tertarik dengan dirinya. maklum saja mereka berdua adalah sahabat Tara sejak sd. dan tentu saja bukan hanya mereka berdua sahabat Tara aja juga Ria. Tara dan Ria berkenalan dihari pertama mereka sekolah.
setibanya dikelas Tara langsung duduk ditempat duduknya. dia langsung memposisikan tubuhnya agar dapat duduk senyaman mungkin. baru saja dia ingin tertidur Riko mengagetkannya.
"woy Tar kenapa lo lemes banget?. ga tidur semaleman?", kata Riko sambil menepuk bahu Tara.
"engga lah. gue males aja sekolah hari ini. lagian hari sabtu gini ngapain ke sekolah?. pake segalam pm mana pagi-pagi. ganggu jadwal bangun siang gue aja", Tara langsung ngerocos aja ditanya kayak gitu.
"woilah curhat lo? haha. semangat dong katanya mau sukses?, kata Riko mencoba untuk membangkitkan semangat belajar Tara.
"iya iya pakkkk. thanks for your suggest", kata Tara rada males ke Riko.
"yaudah biar lo ga lemes-lemesan kayak gini mending anterin gue ke kantin. Rama udah ada di kantin", kata Riko.
"yaudah deh Ko. buat lo apasih yang engga?", kata Tara sambil bangkit dari tempat duduknya.
"nah gitu dong. itu baru caabat tersayang gue hahaha", kata Riko sok imut sambil menarik tangan Tara agar dia mempercepat langkahnya.
sesampainya di kantin Rama tidak terlihat karena memang keadaan kantin sangat ramai. ada yang sedang mengobrol, bercanda, ada juga yang sedang memesan makanan maupun minuman. Tara dan Riko sampai-sampai harus menyengirtkan dahi dan melihat dengan sangat jeli untuk menemukan Rama. tak lama kemudia Tara melihat seorang yang sendari tadi dia dan Riko cari. nampak Rama berada di pojok kantin sedang berbincang kepada seseorang yang sepertinya murid baru.
Tara langsung mencolek bahu Riko dan menunjuk ke arah tempat yang sedang Rama duduki dengan tanganya. begitu Riko melihat dia langsung berjalan ke arah Rama. Tara langsung mengikuti Riko dari belakang. sambil berjalan Tara berpikir, dia mencoba mengingat-ingat sesuatu. sepertinya dia mengenal anak laki-laki. namun pagi ini Tara tak ingin pusing. maka dia tak peduli lagi.
akhirnya sampailah mereka didepan Rama. Rama cuma senyum-senyum melihat kedua sahabatnya yang dari tadi sudah pusing mencarinya. dan cowok yang tadi asik berbincang dengan Rama tiba-tiba hanya diam mematung seperti memikirkan sesuatu yang tak pernah dia duga. Tara pun berfikir kembali. dia memang pernah melihat cowok ini. namun entah dimana.
"Ram gila lo mojok gini. gue sama Tara dari nyariin lo. eh elu malah asik berduaan aja", kata Riko udah ngerocos tanpa diminta.
"sorry... sorry... abis pas gue dateng lo berdua belom dateng. lagian gue laper makanya gue langsung cabut ke kantin duluan", kata Rama tulus mintamaaf.
sementara Tara dan cowok itu hanya dia tak bergeming.
"eh Tar lu mau makan apaan?. mau sekalian gue pesenin gak?", kata Riko sudah tak sabar lagi.
"apaya?. terserah lu deh ko. samain aja", kata Tara pasrah. sebenarnya dia masih bingung mau makan apa. tapi yasudahlah daripada dia mendengar ocehan Riko yang tak berujung.
diantara mereka berempat memang Riko dan Ria lah yang sangat suka berbicara. biasanya dia dan Rama hanya diam saja atau mengiyakan kemauan mereka berdua. Tara dan Rama sudah terbiasa mendengar ocehan mereka berdua. apalagi ocehan yang keluar dari mulur Riko.
"yaudah lu tunggu sini. minumannya kayak biasa kan?", kata Riko semakin tak sabar ingin memesan makanan.
Tara hanya mengangguk. Riko langsung pergi memesan makanan.
dengan ragu Tara duduk disamping Rama berhadapan dengan cowok yang tadi berbincang seru dengan Rama. Tara dan cowok itu hanya saling melirik satu sama lainnya. Rama sampai harus menahan tawanya melihat kelakuan yang dilakukan sehabat dan teman barunya itu. Rama malah sengaja mendiamkan dan tidak saling memperkenalkan keduanya. biar saja, aku ingin tau apakah Tara berani untuk menyapa terlebih dahulu, atau teman barunya ini yang akan menyapa terlebih dahulu. lagi pula ini lucu, batinnya.
sampai Riko membawa makanan pun Rama tak juga memperkenalkan keduanya. nampaknya Riko juga tak begitu peduli dengan keheningan yang terjadi antara Tara dan cowok ini. Riko santai saja makan memakan makanannya dengan lahap sambil berbincang sedikit-sedikit kepada Rama, Tara, maupun cowok itu. malah Riko nampak akrab dengan cowok itu karena dia mulai membagikan sedikit ceritanya kepada cowok itu.
*tunggu lanjutan cerita Sepeda Kumbang Itu di postingan selanjutnya. jangan lupa tinggalkan kritik saran ataupun kesan pesan terhadap cerita ini di kotak komentar. terimakasih karena sudah membaca*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar