"Tara ayooo bangun. ini sudah pagi. Taraaaa", kata anak laki-laki itu.
"5 menit lagi", Tara berbicara dengan nada yang tidak jelas khas bangun tidur.
"ayolaaah. kau janji pagi ini ingin bersepeda bersama ku", kata anak laki-laki itu sedikit memaksa sambil
membuka selimut yang telah menyelimuti tubuh Tara.
dengan perlahan-lahan akhirnya Tara bangun dari tidurnya dan sekarang yang dia lakukan sedang duduk di pinggir tempat tidurnya. dia merasa sedikit pusing karena dipaksa untuk bangun. padahal dia sendiri masih belum mau bangun.
"Tara ayooo cepatlah. ayo mandiii", kata anak laki-laki itu setengah memohon.
"iyaaaaa", kata Tara sedikit jengkel. "aku mandi dulu", katanya sambil berlalu.
setelah Tara masuk kamar mandi. anak laki-laki itu segera pergi dan menunggu Tara diruang tamu. ya memang dia bebas keluar-masuk rumah Tara kapanpun ia mau. karena keluarga mereka berdua sudah sangat saling mengenal. ayah Tara adalah sahabat ayah dari anak laki-laki itu. maka dari itu ayah Tara sangat senang anaknya bisa bersahabat juga dengan anak sahabatnya.
"hai Tara", sapa anak laki-laki itu sambil tersenyum manis kearah Tara dan tanpa rasa bersalah karena telah membangunkan Tara.
"hai!", jawab Tara agak ketus.
"ayo kita bermain sepeda", katanya tidak menghiraukan kata-kata ketus yang keluar dari mulut Tara.
"ya", jawab Tara singkat.
mereka berdua berjalan beriringan ke garasi rumah Tara. tempat dimana sepeda yang akan Tara gunakan tersimpan. sesampainya didalam garasi Tara agak sedikit kesulitan untuk menjangkau sepedanya yang memang berada diposisi yang cukup tinggi.
tanpa aba-aba anak laki-laki itu menolong Tara mengambil sepedanya. setelah sepeda Tara sudah siap mereka berdua pergi ke taman dengan suasanan hati yang riang gembira. sepeda mereka berdua memanglah bukan sepeda yang sangat spesial. ya tentu saja kalau kita hanya melihat ini dari tampilan kedua sepeda tersebut. sepeda mereka mereka adalah sepeda yang berbentuk lucu dan mempunyai keranjang didepannya. mereka menyebutnya sepeda kumbang. sepeda mereka adalah sepeda yang juga dipakai oleh kedua ayah mereka. kedua sepeda kumbang itulah yang membuat ayah mereka menjadi bersahabat.
tiba-tiba Tara merasa bosan. karena sendari tadi Bobby mengayuh sepedanya sangat santai bakal terlalu pelan bagi untuk ukurannya. ya nama anak laki-laki itu adalah Boby. jalan menuju taman memang dipenuhi dengan berbagai macam jenis jalan. ada yg menanjak, landai, bahkan ada yang menurun curam. seperti jalan yang sebentar lagi akan dilalui oleh mereka berdua amat sangat menurun tajam.
Tara sangat suka jalan yang memiliki turunan curam seperti ini. karena dia dapat bersepeda dengan kecepatan kencang tanpa perlu mengoes sepedanya kencang-kecang. langsung saja dia menambah laju kecepatan sepedanya agar cepat mencapai turunan curam tersebut. bebrbeda dengan Boby, wajahnya selalu cemas bahkan cinderung pucat setiap kali harus melewati jalan menurun itu. dan Boby amat sangat panik ketika Tara menambah laju kecepatan sepedanya.
"Tara tungguin dong", kata Boby setengah berteriak karena tara mulai menjauh.
"kamu yang harus susul aku", kata Tara kesenangan karena dia sudah mencapai jalan menurun yang dia idam-idam kan.
"kamu hati-hati Tar. itu jalannya curam banget. jangan cepat-cepat", kata Boby mulai panik karena Tara sangat cepat melaju dijalan tersebut dan panik atas dirinya sendiri.
"aaaaah kamu aja yang lama bob. cepet susul aku. aku tinggal nih hahaha", kata Tara setengah meledek Boby. ya kali ini Tara sudah selesai dengan jalan menurun nan curamnya itu.
"iyaaaa. jangan tinggalin aku Tar", kata Boby terburu-buru memacu sepeda kumbangnya itu.
namun Boby kurang hati-hati. sepedanya tersandung batu kecil. akibatnya sepeda Boby oleng dan dia terjatuh. darah bercucuran di jalan maupun di baju Boby. baju yang tadinya berwarna putih itu setengahnya berubah menjadi merah. melihat kejadian itu. Tara langsung panik dan dengan tergesa-gesa menghampiri Boby sambil meminta tolong dan menangis.
karena suara kala itu sangat keras warga sekitar langsung berlarian menghampiri mereka. dan segera membawa Boby kerumah sakit. setelah mobil ambulan datang dan membawa Boby ke rumahsakit. Tara diantar seorang bapak yang biasa dia kenal kenal dengan paman Peto pulang kerumahnya. sepanjang jalan Tara terus menangis dia takut kalau Boby akan meninggal. atau paling tidak dia takut akan dimarahi kedua orang tuanya, atau bahkan orang tua Boby.
sesampainya dirumah Tara langsung memeluk mamanya. mamanya kaget mengapa Tara menangis begitu hebatnya. mama Tara bertanya padanya tapi Tara sudah tak sanggup berbicara apa-apa lagi. dia hanya bisa menangis dan terus menangis. akhirnya paman Peto lah yang angkat bicara. dia menjelaskan apa yang terjadi para Tara dan juga Boby. setelah menjelaskan itu paman Peto pun berpamitan untuk pulang. setelah pama Peto pulang tanpa dikomando mama Tara langsung menelfon kedua orangtua Boby yang sedang berada di kantor. mama Boby bahkan langsung menangis begitu mendapat berita buruk tersebut.
sesudah mengabari mama Tara langsung berangkat kerumah sakit tanpa Tara. karena Tara sudah tak sanggup melihat keadaan Boby yang begitu parah keadaannya. saat ini Tara berada di kamar menangis tersedu-sedu. dia sangat merasa bersalah atas peristiwa jatuhnya Boby dari sepeda. andai saja dia tidak meminta Boby untuk cepat-cepat menyusulnya. andai saja dia tidak meninggalkan Boby. mungkin tak akan menjadi seperti ini.
3 hari setelah kejadian itu Boby belum juga pulang kerumah. Tara sangat sedih tidak henti-hentinya dia menangis. dia merasa sangat-sangat bersalah. dia selalu ingin bertemu Boby dan ingin mengetahui kabarnya. dan tentu saja juga untuk meminta maaf padanya. mama Tara selalu bilang ini bukan salahnya, ini adalah takdir tuhan. tapi bagaimana pun juga ini salahnya. sekali lagi..... dia menangis. menangis sangat sedih.
*kringggggggggggggggg! kringggggggggggg!* suara jam beker merah dikamarnya berbunyi. ah mimpi itu lagi pikirnya. rasa bersalahnya memang belum pudar sedikitpun sampai saat ini. dengan langkah gontai Tara menyambar handuknya dan langsung pergi ke kamar mandi. tak sampai 15menit Tara sudah selesai mandi. dan sekarang sedang menggunakan seragam putih abu-abu miliknya.
kalau dipikir-pikir sudah lama juga Tara tidak bertemu dengan Boby. mungkin 10 tahun atau lebih?. Tara sudah tidak bisa mengingatnya lagi. sudah terlalu lama dia tidak bertemu dengan Boby. ketika dia keluar kamar dan hendak pergi sarapan dengan keluarganya. entah saat dia melihat pintu garasi terbuka ingin sekali dia pergi kedalamnya. akhirnya Tara memutuskan untuk pergi kedalam dan ingin melihat keadaan sepeda kumbangnya dan juga... sepeda kumbang Boby. kedua sepeda itu sekarang sudah terbungkus rapi dengan plastik besar yang sengaja papanya belikan untuk kedua sepeda itu. setelah melihat-lihat Tara langsung keluar dari dalam garasi dan langsung sarapan bersama keluarganya.
*nantikan cerita Sepeda Kumbang Itu di posting selanjutnya*
*nantikan cerita Sepeda Kumbang Itu di posting selanjutnya*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar