Minggu, 03 Maret 2019

HELLO AGAIN!:)

Gue gak akan ngelanjutin seri "sepeda kumbang itu" karna gue gak punya feel lagi untuk melanjutkannya. Tapi sebagai gantinya gue akan cerita pengalaman gue Traveling Indonesia. Yaaa... Walaupun belum semua tetap gue datangi dan jelajahi. I want you guys feel what I feels!

Bagi gue traveling bukan cuma sekedar jalan-jalan, belanja-belanja, dan lihat pemandangan bagus doang. Traveling lebih dari itu. Tiap tempat yang gue datengi punya berbagai macem cerita. Entah itu tentang bahagia, luka, bahkan cinta.

So, here you go. Lets go!!!

Selasa, 18 Juli 2017

post pertama di tahun 2017

HALLO SEMUAAAA
Lama banget ya gak post blog karna berbagai macam hal kesibukan saat ini. "SEPEDA KUMBANG ITU" mungkin akan dilanjutkan ceritanya kalo emang lagi mood:)

Sabtu, 25 Oktober 2014

SEPEDA KUMBANG ITU #4

Tara gundah, kembali dia mengingat masalalunya bersama Boby sahabat kecilnya yang entah sekarang berada dimana?. ingin sekali rasanya Tara menanyakan siapakah sebenarnya Boby itu?. namun lidahnya seolah kelu, tak bisa bergerak. dia tak tau kenapa bisa begitu. bahkan untuk sekedar bertanya kepada Riko saja dia sungkan.

tiba-tiba Riko berdiri dan menarik tubuh Tara dengan sedikit memaksa. Tara yang sendario tadi bengong kaget dengan reaksi Riko yang tiba-tiba itu. Tara sudah mencoba untuk menolak namun tenaga Riko lebih kuat dari pada dia. jadi dia putuskan untuk menurut saja. tapi kenapa Riko membawanya ke arah kantin?. aduh ini anak kalo laper bilang kek, batin Tara.

"woy Ko lu kalo laper bilang dong. gausah narik-narik, bikin gue kaget aja dah", Tara dengan suara yang agak tinggi.
"sorry... sorry... lagian lu bengong ajasih. mending sekarang kita beli jus. abis itu kita ke lab. komputer. ngenet bentaran", kata Riko santai menanggapi omelan Tara.
"udah gila lu ya?. mana bisa ke lab bawa-bawa minum?. ketauan Pak Yendri bisa tamat kita", kata Tara tidak setuju dengan ide gila yang Riko utarakan itu.
"yaudah sih. paling kalo ketauan cuma disuruh ngepel koridor sama Pak Yendri. lagian gue tau banget lah lo males pm bahasa Indonesia. apalagi guru pm bahasa hari ini Pak Agus. dia kan freak abis". kata Riko panjang lebar mencoba untuk membujuk Tara.
"iya deh iya terserah lu aja Ko", dan pada akhirnya Tara mengalah dan melakukan misi gilanya bersama Riko

....

setibanya dikantin mereka melihat Rama, Ria dan Boby sedang makan sambil sedikit bercengkrama. Tara dan Riko sengaja tidak menyapa mereka. karena kalau hal gila yang akan mereka lakukan sampai-sampai ketahuan oleh Rama. bisa-bisa omelan dan hukuman yang akan dilakukan oleh Rama tak akan semenyenangkan omelan dan hukuman yang diberikan Pak Yendri. dan mereka berdua amat sangat yakin tidak bisa berbohong kepada Rama. Rama itu adalah tipikal orang dewasa yang amat sangat malas untuk melanggar ketentuan yang ada. Rama pasti akan mengomel tiada berhenti pada hari itu dan berlanjut mendiamkan mereka berdua sampai batas waktu yang telah ditentukan.

setlah berhasil memesan jus yang telah mereka inginkan mereka langsung saja mengambil jalan memutar untuk menghindari keberadaan Rama, Ria dan Boby. namun nasib membawa mereka bertemu Rama disebuah lorong dan saat itu berbarengan dengan suara bel masuk yang berbunyi kencang. apa daya rencana membolos pelajaran pm yang sudah dirancang sempurna kini harus gagal ditengah jalan hanya karna suara bel. akhirnya dengan terpaksa dan berat hati Tara dan Riko pun kembali ke kelas.

.....

suara bel bersahut-sahutan sebnayak tiga kali. itu menandakan bahwa pm hari tiu sudah cukup. semua siswa berhamburan dari dalam kelasnya menuju tempat parkir dan gerbang sekolah. ada yang keluar dengan wajah gontay dan lelah, namun ada juga yang keluar dengan wajah sumringah. Tara heran dengan anak-anak yang keluar dengan wajah sumringah bahagia seperti itu. apa yang nyenengin sih pm hari sabtu?, katanya dalam hati. Tara buru-buru mempercepat langkahnya ke tempat mobil jemputannya biasa parkir. dia ingin cepat-cepat sampai di rumahnya dan tertidur. dia sangat-sangat lelah dengan hari ini.

*hei kamu, terima kasih telah membaca blog yang saya tulis. semoga kalian suka ya:). tolong kritik dan sarannya*

Selasa, 08 Juli 2014

SEPEDA KUMBANG ITU #3

tak lama kemudian bel kelas pun berbunyi. semua anak berbondong-bondong masuk ke kelasnya. tak terkecuali mereka berempat. Rama, Tara, dan Riko masuk ke ruang 1 alias kelas 12 ipa 1. sementara cowok itu masuk ke ruang 3 alias 12 ipa 3. sesampainya dikelas mereka langsung duduk di kursinya masing-masing dan mulai belajar pada saat sang guru datang.

setelah 2 jam menguras otak mengurusi soal-soal fisika yang rumit dan penuh dengan liku-liku itu akhirnya mereka semua dapat beristirahat dengan tenang. walaupun 30 menit lagi akan dimulai pm pelajaran bahasa Inggris. dan sesudah pm bahasa Inggris inilah mereka dapat pulang kerumah dengan tenang dan hati tentram menimati sisa libur dihari sabtu mereka.

begitu keluar kelas Tara, Rama, dan Riko langsung duduk-duduk di taman sekolah sambil memijat sedikit kening mereka masing-masing dikarenakan pusing. tiba-tiba saja Ria datang entah dari arah mana sambil mengomel.

"eh kalian darimana aja sih?", kata Ria dengan muka jutek.
"kelas lah", jawab Riko rada males.
"maksud gue tadi pagi?. dicariin kok gak ada. makan yok laper nih!", kata Ria tak henti-hentinya bicara.
"aduuuh sorry ri tadi pagi kita abis dari kantin, dan sekarang masih kenyang", kata Tara mencoba menjelaskan.
"yah udah makan ya?. gue laper banget lagi", kata Ria agak memelas.
"yaudah deh gue temenin. ayooo ri", kata Rama kasian melihat tampang melasnya Ria.

tak lama kemudian setelah Rama dan Ria jalan ke kantin. tampak cowok misterius yang tadi ada di kantin bersama mereka melintas didepan Tara dan Riko. Riko yang tadinya duduk lemes disamping Tara langsung bangun memanggil cowok itu.

"woy Bobbb. Bobyyyyy!. sini lu woy", Teriak Riko.
"hah? Boby? Boby? beneran namanya Boby? jangan-jangan itu Boby yang....... ah mana mungkin. Boby kan sekarang sekolah di AS kata mama", batin Tara berkecamuk. seketika ia mengingat Boby teman masa kecilnya. tapi rasanya tak mungkin itu Boby. Boby adalah anak laki-laki gendut dengan kulit bernarwa coklat. tapi Boby yang ada dihadapannya ini?. Boby dengan tubuh tinggi proporsional dan kulit putih bersih. ya... walaupun dia tau semua bisa berubah kapan saja.

cowok yang dipanggil Boby itupun hanya mengangguk dan segera mengayun kakinya menuju tempatnya dan Riko duduk. sebenarnya Tara tidak terlalu suak jika si Boby itu ada didekatnya. entah kenapa dia tiba-tiba merasa kikuk tak tau apa yang harus dialakukan. namun pendalaman materi kali ini telah mengisap tenaga dan pikirannya entah pergi kemana. akhirnya dia hanya diam saja dan tidak berkomentar apapun.

-----

Boby perlahan mendekati Tara dan Riko sempat muncul perasaan ragu dibenaknya untuk menghampiri mereka berdua. namun rasa kangen karena sudah bertahun-tahun tak bertemu Tara sudah tidak bisa ditoleransi lagi. akhirnya dengan sedikit ragu dia langkahkan juga kakinya. mendekat Tara juga Riko.

Tara nama itu yang selalu mengunci seluruh pikirannya selama ini. tak pernah sedikit pun pikirannya terlepas dari Tara. ya sudah 11 tahun dia dan Tara tak bertemu. bahkan selama itu pula keduanya tak pernah berhubungan walau hanya menyapa atau menanyakan kabar lewat saluran telfon. Boby memaklumi atas sikap Tara yang selama ini cuek terhadap dirinya. sikap Tara yang tidak tau bahwa sebenarnya dia sudah bersekolah disekolah ini selama 2 minggu. atau lebih tepatnya 2 minggu 2 hari. sikap Tara yang seolah tak mengenalinya. dia sudah siap dengan kedaan yang seperti ini. sangat, sangat siap.

dengan langkah yang agak kacau dan berhasil dia samarkan dia berhasil menyapa Riko kembali.
"woy broooo. iye bentar", kata Boby rada berteriak. "lo berdua ga ke kantin?. ntar keburu rameh tuh".
"ah engga deh Bob. lagian kita masih puyeng sama soal-soal fisika tadi. makin kenyang pula sisa-sisa sarapan tadi pagi", kata Riko panjang lebar.
Boby yang dijelaskan seperti itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya. tanda dia mengerti. sekarang fokusnya beralih dari Riko ke Tara. namun gadis itu hanya dia saja dan terlihat seolah acuh dengan keadaannya. dia merasa keki juga. akhirnya dia putuskan untuk ke kantin saja.
"yaudah deh. ko... tar... gue ke kantin dulu ya. aus nih hehe", kata Boby sambil senyum-senyum.
"iya selaw aja bro. si Rama juga lagi di kantin tuh sama Ria. nemenin si bawel makan", kata Riko. padahal dia ga kalah bawelnya sama Ria.
"wahaha bisa aja lu. siplah ntar mereka gua samper", kata Boby sambil tertawa.
Boby pun berlalu pergi ke kantin.

*nantikan cerita selanjutnya sepeda kumbang itu ya. terimakasih bagi kalian yang sudah membaca. mohon kritik serta saran di kotak komentar*

Selasa, 01 Juli 2014

Sepeda Kumbang Itu #2

pagi ini jalan jakarta yang biasanya ramai padat merayap tampak sepi. Tara santai-santai saja didalam mobilnya sambil mendengarkan musik melalui headsetnya. pak gunawan supir prinadi keluarganya juga terlihat lebih santai kali. karena dia tidak harus berkejaran dengan waktu ataupun kendaraan lainnya agar Tara tidak terlambat ke sekolah.

kebiasaan buruk Tara yang amat sangat susah bangun di pagi hari memang sudah melekat padanya sejak dia masih kecil. maka tak jarang Tara telat ke sekolah dan di hukum gurunya. bahkan waktu Tara masih smp kedua orangtuanya dipanggil kesekolah hanya karena Tara yang hampir tiap hari kesiangan dan telat masuk sekolah. kali ini Tara tampak tak begitu peduli dengan keadaan lalu lintas yang ada disekitarnya. hanya satu yang terlintas dipikirannya. kenapa mimpi itu hadir kembali?.

tak lama mobil Tara sudah terparkir rapih dijejeran mobil-mobil pengantar pagi ini. sebenarnya Tara agak sedikit malas untuk bersekolah. setelah  dia mengucapkan terimakasih serta salam kepada pak gunawan lagsung saja dia keluar dari mobilnya. dia berjalan gontai menuju kelasnya yang berada di lantai 2.

bamyak anak laki-laki yang memandangannya penuh kagum, juga beberapa pandangan menyelidik nan tajam di arahkan kepadanya. pemandangan sudah sering Tara terima. Tara pun sedikit bingung mengapa dirinya begitu diprimadonakan oleh teman laki-lakinya disekolah. di sekolah ini hanya Riko dan Rama lah yang nampaknya tidak begitu tertarik dengan dirinya. maklum saja mereka berdua adalah sahabat Tara sejak sd. dan tentu saja bukan hanya mereka berdua sahabat Tara aja juga Ria. Tara dan Ria berkenalan dihari pertama mereka sekolah.

setibanya dikelas Tara langsung duduk ditempat duduknya. dia langsung memposisikan tubuhnya agar dapat duduk senyaman mungkin. baru saja dia ingin tertidur Riko mengagetkannya.

"woy Tar kenapa lo lemes banget?. ga tidur semaleman?", kata Riko sambil menepuk bahu Tara.
"engga lah. gue males aja sekolah hari ini. lagian hari sabtu gini ngapain ke sekolah?. pake segalam pm mana pagi-pagi. ganggu jadwal bangun siang gue aja", Tara langsung ngerocos aja ditanya kayak gitu.
"woilah curhat lo? haha. semangat dong katanya mau sukses?, kata Riko mencoba untuk membangkitkan semangat belajar Tara.
"iya iya pakkkk. thanks for your suggest", kata Tara rada males ke Riko.
"yaudah biar lo ga lemes-lemesan kayak gini mending anterin gue ke kantin. Rama udah ada di kantin", kata Riko.
"yaudah deh Ko. buat lo apasih yang engga?", kata Tara sambil bangkit dari tempat duduknya.
"nah gitu dong. itu baru caabat tersayang gue hahaha", kata Riko sok imut sambil menarik tangan Tara agar dia mempercepat langkahnya.

sesampainya di kantin Rama tidak terlihat karena memang keadaan kantin sangat ramai. ada yang sedang mengobrol, bercanda, ada juga yang sedang memesan makanan maupun minuman. Tara dan Riko sampai-sampai harus menyengirtkan dahi dan melihat dengan sangat jeli untuk menemukan Rama. tak lama kemudia Tara melihat seorang yang sendari tadi dia dan Riko cari. nampak Rama berada di pojok kantin sedang berbincang kepada seseorang yang sepertinya murid baru.

Tara langsung mencolek bahu Riko dan menunjuk ke arah tempat yang sedang Rama duduki dengan tanganya. begitu Riko melihat dia langsung berjalan ke arah Rama. Tara langsung mengikuti Riko dari belakang. sambil berjalan Tara berpikir, dia mencoba mengingat-ingat sesuatu. sepertinya dia mengenal anak laki-laki. namun pagi ini Tara tak ingin pusing. maka dia tak peduli lagi.

akhirnya sampailah mereka didepan Rama. Rama cuma senyum-senyum melihat kedua sahabatnya yang dari tadi sudah pusing mencarinya. dan cowok yang tadi asik berbincang dengan Rama tiba-tiba hanya diam mematung seperti memikirkan sesuatu yang tak pernah dia duga. Tara pun berfikir kembali. dia memang pernah melihat cowok ini. namun entah dimana.

"Ram gila lo mojok gini. gue sama Tara dari nyariin lo. eh elu malah asik berduaan aja", kata Riko udah ngerocos tanpa diminta.
"sorry... sorry... abis pas gue dateng lo berdua belom dateng. lagian gue laper makanya gue langsung cabut ke kantin duluan", kata Rama tulus mintamaaf.
sementara Tara dan cowok itu hanya dia tak bergeming.
"eh Tar lu mau makan apaan?. mau sekalian gue pesenin gak?", kata Riko sudah tak sabar lagi.
"apaya?. terserah lu deh ko. samain aja", kata Tara pasrah. sebenarnya dia masih bingung mau makan apa. tapi yasudahlah daripada dia mendengar ocehan Riko yang tak berujung.
diantara mereka berempat memang Riko dan Ria lah yang sangat suka berbicara. biasanya dia dan Rama hanya diam saja atau mengiyakan kemauan mereka berdua. Tara dan Rama sudah terbiasa mendengar ocehan mereka berdua. apalagi ocehan yang keluar dari mulur Riko.
"yaudah lu tunggu sini. minumannya kayak biasa kan?", kata Riko semakin tak sabar ingin memesan makanan.
Tara hanya mengangguk. Riko langsung pergi memesan makanan.

dengan ragu Tara duduk disamping Rama berhadapan dengan cowok yang tadi berbincang seru dengan Rama. Tara dan cowok itu hanya saling melirik satu sama lainnya. Rama sampai harus menahan tawanya melihat kelakuan yang dilakukan sehabat dan teman barunya itu. Rama malah sengaja mendiamkan dan tidak saling memperkenalkan keduanya. biar saja, aku ingin tau apakah Tara berani untuk menyapa terlebih dahulu, atau teman barunya ini yang akan menyapa terlebih dahulu. lagi pula ini lucu, batinnya.

sampai Riko membawa makanan pun Rama tak juga memperkenalkan keduanya. nampaknya Riko juga tak begitu peduli dengan keheningan yang terjadi antara Tara dan cowok ini. Riko santai saja makan memakan makanannya dengan lahap sambil berbincang sedikit-sedikit kepada Rama, Tara, maupun cowok itu. malah Riko nampak akrab dengan cowok itu karena dia mulai membagikan sedikit ceritanya kepada cowok itu.

*tunggu lanjutan cerita Sepeda Kumbang Itu di postingan selanjutnya. jangan lupa tinggalkan kritik saran ataupun kesan pesan terhadap cerita ini di kotak komentar. terimakasih karena sudah membaca*

Minggu, 29 Juni 2014

SEPEDA KUMBANG ITU

Matahari pagi dengan lancangnya masuk ke kamar Tara tanpa diundang. tampaknya Tara tak keberatan. dia hanya sedikit menyibakkan selimutnya untuk menutupi wajahnya. tiba-tiba saja ada suara seorang anak laki-laki yang sudah tak asing lagi baginya.

"Tara ayooo bangun. ini sudah pagi. Taraaaa", kata anak laki-laki itu.
"5 menit lagi", Tara berbicara dengan nada yang tidak jelas khas bangun tidur.
"ayolaaah. kau janji pagi ini ingin bersepeda bersama ku", kata anak laki-laki itu sedikit memaksa sambil 
membuka selimut yang telah menyelimuti tubuh Tara.

dengan perlahan-lahan akhirnya Tara bangun dari tidurnya dan sekarang yang dia lakukan sedang duduk di pinggir tempat tidurnya. dia merasa sedikit pusing karena dipaksa untuk bangun. padahal dia sendiri masih belum mau bangun.

"Tara ayooo cepatlah. ayo mandiii", kata anak laki-laki itu setengah memohon.
"iyaaaaa", kata Tara sedikit jengkel. "aku mandi dulu", katanya sambil berlalu.

setelah Tara masuk kamar mandi. anak laki-laki itu segera pergi dan menunggu Tara diruang tamu. ya memang dia bebas keluar-masuk rumah Tara kapanpun ia mau. karena keluarga mereka berdua sudah sangat saling mengenal. ayah Tara adalah sahabat ayah dari anak laki-laki itu. maka dari itu ayah Tara sangat senang anaknya bisa bersahabat juga dengan anak sahabatnya.

"hai Tara", sapa anak laki-laki itu sambil tersenyum manis kearah Tara dan tanpa rasa bersalah karena telah membangunkan Tara.
"hai!", jawab Tara agak ketus.
"ayo kita bermain sepeda", katanya tidak menghiraukan kata-kata ketus yang keluar dari mulut Tara.
"ya", jawab Tara singkat.

mereka berdua berjalan beriringan ke garasi rumah Tara. tempat dimana sepeda yang akan Tara gunakan tersimpan. sesampainya didalam garasi Tara agak sedikit kesulitan untuk menjangkau sepedanya yang memang berada diposisi yang cukup tinggi.

tanpa aba-aba anak laki-laki itu menolong Tara mengambil sepedanya. setelah sepeda Tara sudah siap mereka berdua pergi ke taman dengan suasanan hati yang riang gembira. sepeda mereka berdua memanglah bukan sepeda yang sangat spesial. ya tentu saja kalau kita hanya melihat ini dari tampilan kedua sepeda tersebut. sepeda mereka mereka adalah sepeda yang berbentuk lucu dan mempunyai keranjang didepannya. mereka menyebutnya sepeda kumbang. sepeda mereka adalah sepeda yang juga dipakai oleh kedua ayah mereka. kedua sepeda kumbang itulah yang membuat ayah mereka menjadi bersahabat.

tiba-tiba Tara merasa bosan. karena sendari tadi Bobby mengayuh sepedanya sangat santai bakal terlalu pelan bagi untuk ukurannya. ya nama anak laki-laki itu adalah Boby. jalan menuju taman memang dipenuhi dengan berbagai macam jenis jalan. ada yg menanjak, landai, bahkan ada yang menurun curam. seperti jalan yang sebentar lagi akan dilalui oleh mereka berdua amat sangat menurun tajam.

Tara sangat suka jalan yang memiliki turunan curam seperti ini. karena dia dapat bersepeda dengan kecepatan kencang tanpa perlu mengoes sepedanya kencang-kecang. langsung saja dia menambah laju kecepatan sepedanya agar cepat mencapai turunan curam tersebut. bebrbeda dengan Boby, wajahnya selalu cemas bahkan cinderung pucat setiap kali harus melewati jalan menurun itu. dan Boby amat sangat panik ketika Tara menambah laju kecepatan sepedanya.

"Tara tungguin dong", kata Boby setengah berteriak karena tara mulai menjauh.
"kamu yang harus susul aku", kata Tara kesenangan karena dia sudah mencapai jalan menurun yang dia idam-idam kan.
"kamu hati-hati Tar. itu jalannya curam banget. jangan cepat-cepat", kata Boby mulai panik karena Tara sangat cepat melaju dijalan tersebut dan panik atas dirinya sendiri.
"aaaaah kamu aja yang lama bob. cepet susul aku. aku tinggal nih hahaha", kata Tara setengah meledek Boby. ya kali ini Tara sudah selesai dengan jalan menurun nan curamnya itu.
"iyaaaa. jangan tinggalin aku Tar", kata Boby terburu-buru memacu sepeda kumbangnya itu.

namun Boby kurang hati-hati. sepedanya tersandung batu kecil. akibatnya sepeda Boby oleng dan dia terjatuh. darah bercucuran di jalan maupun di baju Boby. baju yang tadinya berwarna putih itu setengahnya berubah menjadi merah. melihat kejadian itu. Tara langsung panik dan dengan tergesa-gesa menghampiri Boby sambil meminta tolong dan menangis.

karena suara kala itu sangat keras warga sekitar langsung berlarian menghampiri mereka. dan segera membawa Boby kerumah sakit. setelah mobil ambulan datang dan membawa Boby ke rumahsakit. Tara diantar seorang bapak yang biasa dia kenal kenal dengan paman Peto pulang kerumahnya. sepanjang jalan Tara terus menangis dia takut kalau Boby akan meninggal. atau paling tidak dia takut akan dimarahi kedua orang tuanya, atau bahkan orang tua Boby.

sesampainya dirumah Tara langsung memeluk mamanya. mamanya kaget mengapa Tara menangis begitu hebatnya. mama Tara bertanya padanya tapi Tara sudah tak sanggup berbicara apa-apa lagi. dia hanya bisa menangis dan terus menangis. akhirnya paman Peto lah yang angkat bicara. dia menjelaskan apa yang terjadi para Tara dan juga Boby. setelah menjelaskan itu paman Peto pun berpamitan untuk pulang. setelah pama Peto pulang tanpa dikomando mama Tara langsung menelfon kedua orangtua Boby yang sedang berada di kantor. mama Boby bahkan langsung menangis begitu mendapat berita buruk tersebut.

sesudah mengabari mama Tara langsung berangkat kerumah sakit tanpa Tara. karena Tara sudah tak sanggup melihat keadaan Boby yang begitu parah keadaannya. saat ini Tara berada di kamar menangis tersedu-sedu. dia sangat merasa bersalah atas peristiwa jatuhnya Boby dari sepeda. andai saja dia tidak meminta Boby untuk cepat-cepat menyusulnya. andai saja dia tidak meninggalkan Boby. mungkin tak akan menjadi seperti ini.

3 hari setelah kejadian itu Boby belum juga pulang kerumah. Tara sangat sedih tidak henti-hentinya dia menangis. dia merasa sangat-sangat bersalah. dia selalu ingin bertemu Boby dan ingin mengetahui kabarnya. dan tentu saja juga untuk meminta maaf padanya. mama Tara selalu bilang ini bukan salahnya, ini adalah takdir tuhan. tapi bagaimana pun juga ini salahnya. sekali lagi..... dia menangis. menangis sangat sedih.

*kringggggggggggggggg! kringggggggggggg!* suara jam beker merah dikamarnya berbunyi. ah mimpi itu lagi pikirnya. rasa bersalahnya memang belum pudar sedikitpun sampai saat ini. dengan langkah gontai Tara menyambar handuknya dan langsung pergi ke kamar mandi. tak sampai 15menit Tara sudah selesai mandi. dan sekarang sedang menggunakan seragam putih abu-abu miliknya.

kalau dipikir-pikir sudah lama juga Tara tidak bertemu dengan Boby. mungkin 10 tahun atau lebih?. Tara sudah tidak bisa mengingatnya lagi. sudah terlalu lama dia tidak bertemu dengan Boby. ketika dia keluar kamar dan hendak pergi sarapan dengan keluarganya. entah saat dia melihat pintu garasi terbuka ingin sekali dia pergi kedalamnya. akhirnya Tara memutuskan untuk pergi kedalam dan ingin melihat keadaan sepeda kumbangnya dan juga... sepeda kumbang Boby. kedua sepeda itu sekarang sudah terbungkus rapi dengan plastik besar yang sengaja papanya belikan untuk kedua sepeda itu. setelah melihat-lihat Tara langsung keluar dari dalam garasi dan langsung sarapan bersama keluarganya.

*nantikan cerita Sepeda Kumbang Itu di posting selanjutnya*

Minggu, 15 Juni 2014

Pari Island

haiiiii... gatau kenapa malam ini mau banget nulis. oke. itu kenapa judulnya pari island?. ya karena gue mau ke pulau pari!!!!!! wuhuuuuu~ doain ya semua berjalan lancar:) awalnya anak-anak kelas iseng doang ngomongin jalan-jalan. eh berubah jadi serius gitudeh. setelah ganti-ganti tempat, nanya sana-sini, gondok-gondokan, emosi jiwa, dan adanya pertumpahan darah antara kita (boong dey. sedikit emosi doang kok) akhirnya kita semua memutuskan untuk pergi ke pulau pari hahaha. rencananya awal kita semua bakal ada dipulau pari selama 3 hari 2 malem, tapi karena waktu dan UANG yg mepet jadilah kita hanya berlibur selama 2 hari 1 malem. lumayan lah, dari pada lumayan. ya gak sih?.gue sih udah membayangkan hal-hal menyenangkan yg akan gue lakukan disana. semoga aja sama dengan apa yg gue pikirkan. oiya!. kita bakal berangkat hari rabu tanggal 18 JUNI 2013. inget ya tanggal 18! (terus buat apa diinget? yasudahlah). rencananya sih kita berangkat dari rumah gue sekitar pukul 4 pagi. sumpah deh jam 4 broh, mudah-mudahan gaada yg ngaret plus mager haha. abis itu ke muara angke terus yaudah setelah naik kapal sekitar 2,5 jam (katanya) kita bakal sampe di pulau pari HestekASOY.kalo soal bayar membayar. jangan ditanya lagi gaissss. kelasan gue mah beuuuuh SUSAH BANGET NAGIHINNYA. sampe h-2 aja duit masih kurang 4juta hahaha BANYAK BANGET!. ah tapi yasudahlah. oke mari sejenak kita lupakan hal-hal mengesalkan seperti itu. mari kita berandai-andai saat kita disana. ngeliat pantai yang pasirnya putih, bersih, mempesona. aduh udah ga sabar banget ini pengen kesana. terus abis itu ketemu cowok cakep, solehah, tajir, terus ngajak kenalan, jadi. aiiiiiiiiiih. gewla aja. oke anggep aja gue gapernah nulis bagian itu ya. pokoknya disana gue pengen banget have fun sama temen-temen gue. skip dulu masalah-masalah yg ada dihidup gue. okesip! fix maksimal!. pokoknya doain aja semua berjalan lancar tanpa hambatan, semuanya sehat, semuanya baik-baik aja, dan yg terpenting adalah GAK UJAN. please banget deh ya. apa yg lu rasakan, pada saat liburan teru ujan. mana di daerah pantai lagi. yailah itu acara bakal jadi fail broh!. JUGA YG PALING PENTING DARI YG TERPENTING ADALAH ALLAH MERIDOI KITA SEMUA hehe. # nb : doain gue sehat-sehat ajaya. biar bisa upload foto pulau pari ke blog ini. trims~ #