Selasa, 08 Juli 2014

SEPEDA KUMBANG ITU #3

tak lama kemudian bel kelas pun berbunyi. semua anak berbondong-bondong masuk ke kelasnya. tak terkecuali mereka berempat. Rama, Tara, dan Riko masuk ke ruang 1 alias kelas 12 ipa 1. sementara cowok itu masuk ke ruang 3 alias 12 ipa 3. sesampainya dikelas mereka langsung duduk di kursinya masing-masing dan mulai belajar pada saat sang guru datang.

setelah 2 jam menguras otak mengurusi soal-soal fisika yang rumit dan penuh dengan liku-liku itu akhirnya mereka semua dapat beristirahat dengan tenang. walaupun 30 menit lagi akan dimulai pm pelajaran bahasa Inggris. dan sesudah pm bahasa Inggris inilah mereka dapat pulang kerumah dengan tenang dan hati tentram menimati sisa libur dihari sabtu mereka.

begitu keluar kelas Tara, Rama, dan Riko langsung duduk-duduk di taman sekolah sambil memijat sedikit kening mereka masing-masing dikarenakan pusing. tiba-tiba saja Ria datang entah dari arah mana sambil mengomel.

"eh kalian darimana aja sih?", kata Ria dengan muka jutek.
"kelas lah", jawab Riko rada males.
"maksud gue tadi pagi?. dicariin kok gak ada. makan yok laper nih!", kata Ria tak henti-hentinya bicara.
"aduuuh sorry ri tadi pagi kita abis dari kantin, dan sekarang masih kenyang", kata Tara mencoba menjelaskan.
"yah udah makan ya?. gue laper banget lagi", kata Ria agak memelas.
"yaudah deh gue temenin. ayooo ri", kata Rama kasian melihat tampang melasnya Ria.

tak lama kemudian setelah Rama dan Ria jalan ke kantin. tampak cowok misterius yang tadi ada di kantin bersama mereka melintas didepan Tara dan Riko. Riko yang tadinya duduk lemes disamping Tara langsung bangun memanggil cowok itu.

"woy Bobbb. Bobyyyyy!. sini lu woy", Teriak Riko.
"hah? Boby? Boby? beneran namanya Boby? jangan-jangan itu Boby yang....... ah mana mungkin. Boby kan sekarang sekolah di AS kata mama", batin Tara berkecamuk. seketika ia mengingat Boby teman masa kecilnya. tapi rasanya tak mungkin itu Boby. Boby adalah anak laki-laki gendut dengan kulit bernarwa coklat. tapi Boby yang ada dihadapannya ini?. Boby dengan tubuh tinggi proporsional dan kulit putih bersih. ya... walaupun dia tau semua bisa berubah kapan saja.

cowok yang dipanggil Boby itupun hanya mengangguk dan segera mengayun kakinya menuju tempatnya dan Riko duduk. sebenarnya Tara tidak terlalu suak jika si Boby itu ada didekatnya. entah kenapa dia tiba-tiba merasa kikuk tak tau apa yang harus dialakukan. namun pendalaman materi kali ini telah mengisap tenaga dan pikirannya entah pergi kemana. akhirnya dia hanya diam saja dan tidak berkomentar apapun.

-----

Boby perlahan mendekati Tara dan Riko sempat muncul perasaan ragu dibenaknya untuk menghampiri mereka berdua. namun rasa kangen karena sudah bertahun-tahun tak bertemu Tara sudah tidak bisa ditoleransi lagi. akhirnya dengan sedikit ragu dia langkahkan juga kakinya. mendekat Tara juga Riko.

Tara nama itu yang selalu mengunci seluruh pikirannya selama ini. tak pernah sedikit pun pikirannya terlepas dari Tara. ya sudah 11 tahun dia dan Tara tak bertemu. bahkan selama itu pula keduanya tak pernah berhubungan walau hanya menyapa atau menanyakan kabar lewat saluran telfon. Boby memaklumi atas sikap Tara yang selama ini cuek terhadap dirinya. sikap Tara yang tidak tau bahwa sebenarnya dia sudah bersekolah disekolah ini selama 2 minggu. atau lebih tepatnya 2 minggu 2 hari. sikap Tara yang seolah tak mengenalinya. dia sudah siap dengan kedaan yang seperti ini. sangat, sangat siap.

dengan langkah yang agak kacau dan berhasil dia samarkan dia berhasil menyapa Riko kembali.
"woy broooo. iye bentar", kata Boby rada berteriak. "lo berdua ga ke kantin?. ntar keburu rameh tuh".
"ah engga deh Bob. lagian kita masih puyeng sama soal-soal fisika tadi. makin kenyang pula sisa-sisa sarapan tadi pagi", kata Riko panjang lebar.
Boby yang dijelaskan seperti itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya. tanda dia mengerti. sekarang fokusnya beralih dari Riko ke Tara. namun gadis itu hanya dia saja dan terlihat seolah acuh dengan keadaannya. dia merasa keki juga. akhirnya dia putuskan untuk ke kantin saja.
"yaudah deh. ko... tar... gue ke kantin dulu ya. aus nih hehe", kata Boby sambil senyum-senyum.
"iya selaw aja bro. si Rama juga lagi di kantin tuh sama Ria. nemenin si bawel makan", kata Riko. padahal dia ga kalah bawelnya sama Ria.
"wahaha bisa aja lu. siplah ntar mereka gua samper", kata Boby sambil tertawa.
Boby pun berlalu pergi ke kantin.

*nantikan cerita selanjutnya sepeda kumbang itu ya. terimakasih bagi kalian yang sudah membaca. mohon kritik serta saran di kotak komentar*

Selasa, 01 Juli 2014

Sepeda Kumbang Itu #2

pagi ini jalan jakarta yang biasanya ramai padat merayap tampak sepi. Tara santai-santai saja didalam mobilnya sambil mendengarkan musik melalui headsetnya. pak gunawan supir prinadi keluarganya juga terlihat lebih santai kali. karena dia tidak harus berkejaran dengan waktu ataupun kendaraan lainnya agar Tara tidak terlambat ke sekolah.

kebiasaan buruk Tara yang amat sangat susah bangun di pagi hari memang sudah melekat padanya sejak dia masih kecil. maka tak jarang Tara telat ke sekolah dan di hukum gurunya. bahkan waktu Tara masih smp kedua orangtuanya dipanggil kesekolah hanya karena Tara yang hampir tiap hari kesiangan dan telat masuk sekolah. kali ini Tara tampak tak begitu peduli dengan keadaan lalu lintas yang ada disekitarnya. hanya satu yang terlintas dipikirannya. kenapa mimpi itu hadir kembali?.

tak lama mobil Tara sudah terparkir rapih dijejeran mobil-mobil pengantar pagi ini. sebenarnya Tara agak sedikit malas untuk bersekolah. setelah  dia mengucapkan terimakasih serta salam kepada pak gunawan lagsung saja dia keluar dari mobilnya. dia berjalan gontai menuju kelasnya yang berada di lantai 2.

bamyak anak laki-laki yang memandangannya penuh kagum, juga beberapa pandangan menyelidik nan tajam di arahkan kepadanya. pemandangan sudah sering Tara terima. Tara pun sedikit bingung mengapa dirinya begitu diprimadonakan oleh teman laki-lakinya disekolah. di sekolah ini hanya Riko dan Rama lah yang nampaknya tidak begitu tertarik dengan dirinya. maklum saja mereka berdua adalah sahabat Tara sejak sd. dan tentu saja bukan hanya mereka berdua sahabat Tara aja juga Ria. Tara dan Ria berkenalan dihari pertama mereka sekolah.

setibanya dikelas Tara langsung duduk ditempat duduknya. dia langsung memposisikan tubuhnya agar dapat duduk senyaman mungkin. baru saja dia ingin tertidur Riko mengagetkannya.

"woy Tar kenapa lo lemes banget?. ga tidur semaleman?", kata Riko sambil menepuk bahu Tara.
"engga lah. gue males aja sekolah hari ini. lagian hari sabtu gini ngapain ke sekolah?. pake segalam pm mana pagi-pagi. ganggu jadwal bangun siang gue aja", Tara langsung ngerocos aja ditanya kayak gitu.
"woilah curhat lo? haha. semangat dong katanya mau sukses?, kata Riko mencoba untuk membangkitkan semangat belajar Tara.
"iya iya pakkkk. thanks for your suggest", kata Tara rada males ke Riko.
"yaudah biar lo ga lemes-lemesan kayak gini mending anterin gue ke kantin. Rama udah ada di kantin", kata Riko.
"yaudah deh Ko. buat lo apasih yang engga?", kata Tara sambil bangkit dari tempat duduknya.
"nah gitu dong. itu baru caabat tersayang gue hahaha", kata Riko sok imut sambil menarik tangan Tara agar dia mempercepat langkahnya.

sesampainya di kantin Rama tidak terlihat karena memang keadaan kantin sangat ramai. ada yang sedang mengobrol, bercanda, ada juga yang sedang memesan makanan maupun minuman. Tara dan Riko sampai-sampai harus menyengirtkan dahi dan melihat dengan sangat jeli untuk menemukan Rama. tak lama kemudia Tara melihat seorang yang sendari tadi dia dan Riko cari. nampak Rama berada di pojok kantin sedang berbincang kepada seseorang yang sepertinya murid baru.

Tara langsung mencolek bahu Riko dan menunjuk ke arah tempat yang sedang Rama duduki dengan tanganya. begitu Riko melihat dia langsung berjalan ke arah Rama. Tara langsung mengikuti Riko dari belakang. sambil berjalan Tara berpikir, dia mencoba mengingat-ingat sesuatu. sepertinya dia mengenal anak laki-laki. namun pagi ini Tara tak ingin pusing. maka dia tak peduli lagi.

akhirnya sampailah mereka didepan Rama. Rama cuma senyum-senyum melihat kedua sahabatnya yang dari tadi sudah pusing mencarinya. dan cowok yang tadi asik berbincang dengan Rama tiba-tiba hanya diam mematung seperti memikirkan sesuatu yang tak pernah dia duga. Tara pun berfikir kembali. dia memang pernah melihat cowok ini. namun entah dimana.

"Ram gila lo mojok gini. gue sama Tara dari nyariin lo. eh elu malah asik berduaan aja", kata Riko udah ngerocos tanpa diminta.
"sorry... sorry... abis pas gue dateng lo berdua belom dateng. lagian gue laper makanya gue langsung cabut ke kantin duluan", kata Rama tulus mintamaaf.
sementara Tara dan cowok itu hanya dia tak bergeming.
"eh Tar lu mau makan apaan?. mau sekalian gue pesenin gak?", kata Riko sudah tak sabar lagi.
"apaya?. terserah lu deh ko. samain aja", kata Tara pasrah. sebenarnya dia masih bingung mau makan apa. tapi yasudahlah daripada dia mendengar ocehan Riko yang tak berujung.
diantara mereka berempat memang Riko dan Ria lah yang sangat suka berbicara. biasanya dia dan Rama hanya diam saja atau mengiyakan kemauan mereka berdua. Tara dan Rama sudah terbiasa mendengar ocehan mereka berdua. apalagi ocehan yang keluar dari mulur Riko.
"yaudah lu tunggu sini. minumannya kayak biasa kan?", kata Riko semakin tak sabar ingin memesan makanan.
Tara hanya mengangguk. Riko langsung pergi memesan makanan.

dengan ragu Tara duduk disamping Rama berhadapan dengan cowok yang tadi berbincang seru dengan Rama. Tara dan cowok itu hanya saling melirik satu sama lainnya. Rama sampai harus menahan tawanya melihat kelakuan yang dilakukan sehabat dan teman barunya itu. Rama malah sengaja mendiamkan dan tidak saling memperkenalkan keduanya. biar saja, aku ingin tau apakah Tara berani untuk menyapa terlebih dahulu, atau teman barunya ini yang akan menyapa terlebih dahulu. lagi pula ini lucu, batinnya.

sampai Riko membawa makanan pun Rama tak juga memperkenalkan keduanya. nampaknya Riko juga tak begitu peduli dengan keheningan yang terjadi antara Tara dan cowok ini. Riko santai saja makan memakan makanannya dengan lahap sambil berbincang sedikit-sedikit kepada Rama, Tara, maupun cowok itu. malah Riko nampak akrab dengan cowok itu karena dia mulai membagikan sedikit ceritanya kepada cowok itu.

*tunggu lanjutan cerita Sepeda Kumbang Itu di postingan selanjutnya. jangan lupa tinggalkan kritik saran ataupun kesan pesan terhadap cerita ini di kotak komentar. terimakasih karena sudah membaca*