tiba-tiba Riko berdiri dan menarik tubuh Tara dengan sedikit memaksa. Tara yang sendario tadi bengong kaget dengan reaksi Riko yang tiba-tiba itu. Tara sudah mencoba untuk menolak namun tenaga Riko lebih kuat dari pada dia. jadi dia putuskan untuk menurut saja. tapi kenapa Riko membawanya ke arah kantin?. aduh ini anak kalo laper bilang kek, batin Tara.
"woy Ko lu kalo laper bilang dong. gausah narik-narik, bikin gue kaget aja dah", Tara dengan suara yang agak tinggi.
"sorry... sorry... lagian lu bengong ajasih. mending sekarang kita beli jus. abis itu kita ke lab. komputer. ngenet bentaran", kata Riko santai menanggapi omelan Tara.
"udah gila lu ya?. mana bisa ke lab bawa-bawa minum?. ketauan Pak Yendri bisa tamat kita", kata Tara tidak setuju dengan ide gila yang Riko utarakan itu.
"yaudah sih. paling kalo ketauan cuma disuruh ngepel koridor sama Pak Yendri. lagian gue tau banget lah lo males pm bahasa Indonesia. apalagi guru pm bahasa hari ini Pak Agus. dia kan freak abis". kata Riko panjang lebar mencoba untuk membujuk Tara.
"iya deh iya terserah lu aja Ko", dan pada akhirnya Tara mengalah dan melakukan misi gilanya bersama Riko
....
setibanya dikantin mereka melihat Rama, Ria dan Boby sedang makan sambil sedikit bercengkrama. Tara dan Riko sengaja tidak menyapa mereka. karena kalau hal gila yang akan mereka lakukan sampai-sampai ketahuan oleh Rama. bisa-bisa omelan dan hukuman yang akan dilakukan oleh Rama tak akan semenyenangkan omelan dan hukuman yang diberikan Pak Yendri. dan mereka berdua amat sangat yakin tidak bisa berbohong kepada Rama. Rama itu adalah tipikal orang dewasa yang amat sangat malas untuk melanggar ketentuan yang ada. Rama pasti akan mengomel tiada berhenti pada hari itu dan berlanjut mendiamkan mereka berdua sampai batas waktu yang telah ditentukan.
setlah berhasil memesan jus yang telah mereka inginkan mereka langsung saja mengambil jalan memutar untuk menghindari keberadaan Rama, Ria dan Boby. namun nasib membawa mereka bertemu Rama disebuah lorong dan saat itu berbarengan dengan suara bel masuk yang berbunyi kencang. apa daya rencana membolos pelajaran pm yang sudah dirancang sempurna kini harus gagal ditengah jalan hanya karna suara bel. akhirnya dengan terpaksa dan berat hati Tara dan Riko pun kembali ke kelas.
.....
suara bel bersahut-sahutan sebnayak tiga kali. itu menandakan bahwa pm hari tiu sudah cukup. semua siswa berhamburan dari dalam kelasnya menuju tempat parkir dan gerbang sekolah. ada yang keluar dengan wajah gontay dan lelah, namun ada juga yang keluar dengan wajah sumringah. Tara heran dengan anak-anak yang keluar dengan wajah sumringah bahagia seperti itu. apa yang nyenengin sih pm hari sabtu?, katanya dalam hati. Tara buru-buru mempercepat langkahnya ke tempat mobil jemputannya biasa parkir. dia ingin cepat-cepat sampai di rumahnya dan tertidur. dia sangat-sangat lelah dengan hari ini.
*hei kamu, terima kasih telah membaca blog yang saya tulis. semoga kalian suka ya:). tolong kritik dan sarannya*